Khamis, 21 Februari 2008

Surat Cinta Buat Komrad (bhg VIII)

Komrad yang tak pernah ku temui,

Salam pagi buatmu yang bikin hatiku bergetar saat ini..:)

sesungguhnya apa yang kau bicarakan tentang kebebasan adalah benar belaka...
namun tidak perlu ada kesangsian terhadap kebebasanmu untuk memberi apa saja nama pada nukilanmu...
dasar yang ada bagiku adalah satu karenah birokrasi yang batas kreativiti seorang penulis...
apa saja ekspresi kata yang cipta keindahan saat berbicara akan aku terima sebagai sesuatu yang puitis...
yang jadi tanda aras ialah takrif keindahan dalam sebuah bicara yang bisa kau sebut sebagai puisi..

aku ini terlalu mentah dan pudar untuk membicarakan tentang keperibadian puisi... :)

dan tidaklah pula muzik itu pernah mati jiwanya...
yang pernah, sudah mati itu adalah manusia yang menjunjung muzik dalam kekosongan...
tanpa perjuangan yang jelas...

semoga aku dan kau akan terus berada di landasan yang betul, wahai komradku...

Tiada ulasan: